Memaksimalkan Potensi Hypercontent dalam Pembelajaran Daring

bakpti.unisma.ac.id, 16/07/20. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menentukan bahwa pembelajaran daring berkedudukan sebagai alternatif solusi dalam masa pandemi covid19. Semua sekolah, perguruan tinggi diwajibkan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh dengan menyediakan konten pembelajaran daring yang mudah diakses oleh siswa yang berada di rumah.

Masa pandemi yang datang tiba-tiba memunculkan banyak permasalahan dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Mau tidak mau, semua penyelenggara harus mempersiapkan itu semua agar pembelajaran tetap berjalan meskipun dalam masa pandemi. Ironisnya, praktik pendidikan kita masih awam sekali dengan pembelajaran daring.

Permasalahan yang muncul salah satunya yaitu minimnya ketersediaan konten pembelajaran daring. Permasalahan ketersediaan konten pembelajaran daring biasanya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan pengajar bagimana mengkompilasi konten pembelajaran.

INFORMASI SEPUTAR UNISMA KUNJUNGI www.unisma.ac.id

Konten pembelajaran bisa disusun oleh seorang pengajar dengan cara 2 hal, yaitu menyusun konten dengan mengkreasi sendiri materi ajar dan mengkompilasi sumber-sumber belajar yang ada di internet. Proses yang membutuhkan waktu yang panjang biasanya yaitu bagaimana guru mengkreasi sendiri materi ajarnya. Namun, dalam era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, seorang pendidik sebenarnya tidak perlu susah-susah mengkreasi konten pembelajaran sendiri karena dalam pembelajaran daring ada yang namanya potensi hypercontent. Potensi hypercontent yaitu potensi untuk menghadirkan sumber-sumber belajar yang banyak dan berkualitas untuk peserta didik. Hal tersebut sangat mungkin karena dalam pembelajaran daring, sumber belajar sudah tidak lagi terbatas pada kuantitasnya karena semua sudah tersedia dalam laman-laman di internet.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dalam memaksimalkan potensi hypercontent. Pertama yaitu menentukan kata kunci yang sekiranya cocok dengan materi yang akan kita cari. Dalam menentukan kata kunci yang cocok, seorang guru harus memahami betul materi yang akan disajikan. Dengan mengetahui materi yang akan dicari maka kata kunci yang kita tulis dalam mesin pencari akan dengan mudah menemukan sumber belajar yang dimaksud.

Kedua yaitu menelaah sumber data. Sumber data perlu kita cermati dengan seksama. Sumber data haruslah kredibel sehingga kualitas materi bisa dipertanggungjawabkan keilmiahannya. Sumber data yang bagus biasanya dapat dilihat dari reputasi web tersebut, siapa pemiliki sumber data tersebut dan bagaimana mereka menyusunnya. Tentu ini tugas berat bagi seorang guru.

Ketiga, guru harus rajin membuat bank data terkait sumber belajar. Sumber belajar yang sudah kita telaah harus kita kompilasi sedemikian rupa. Sumber belajar yang disimpan bisa berupa URL atau tautan materi yang kredibel misalnya jurnal penelitian, repositori perguruan tinggi, ebook-ebook populer, video pembelajaran dan lain sebagainya. Seluruh tautan tersebut bisa dikategorisasi sesuai dengan topik materi sehingga memudahkan kita untuk mencarinya.

Dengan menerapkan ketiga hal tersebut, potensi hypercontent dalam pembelajaran daring akan terwujud dan terhindar dari materi-materi yang usang dan itu-itu saja. Tentu skil tersebut perlu diasah supaya kita sebagai seorang pendidik terampil dalam menyajikan sumber belajar yang banyak dan kredibel. Selamat mencoba!

INFORMASI SEPUTAR PENDAFTARAN MAHASISWA BARU pmb.unisma.ac.id

*)Penulis: Ganjar Setyo Widodo, Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA).

*)Tulisan asli berita dimuat di  timesindonesia.co.id ((https://www.timesindonesia.co.id/read/news/283860/memaksimalkan-potensi-hypercontent-dalam-pembelajaran-daring)

Edisi, 16 Juli 2020

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat