Dr. H. Abdul Wahid, SH., MA : “Rasul Ideologis” untuk Kemanusiaan

bakpti.unisma.ac.id, 15/06/20. Saat pandemi Covid-19, salah satu kelompok sosial yang menderita adalah jutaan orang yang sudah sekian lama masih hidup miskin dan sejumlah orang yang kehilangan pekerjaan yang mengakibatkan hidup kesulitan ekonomi, yang kemudian bestrata baru sebagai “new miskin”. Silahkan kunjungi : https://duta.co/rasul-ideologis-untuk-kemanusiaan

Helmi Wicaksono, M.Pd : Bersastra dalam PSBB

bakpti.unisma.ac.id, 15/06/20. Saat semua kota telah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), kini mulai bersliweran para pemikir kreatif yang mampu mempermainkan kata. Pengamatan mulai terlihat dari sosial, budaya, dan ekonomi. Ketiga aspek telah meliburkan diri dari segala bentuk kegiatan. Akan tetapi, aksi peliburan bukan berarti mereka mati kutu dengan keadaan. Walaupaun, tidak jarang juga yang …

Dr. Sunardi, SH., MH : “New Norma” Pemangku Amanat

bakpti.unisma.ac.id, 15/06/20. Di era sekarang ini, salah satu yang diperlukan oleh setiap pemangku amanat, khususnya amanat penyelenggara hukum adalah mewujudkan “new norma” dalam konstruksi profesinya, pasalnya dulunya banyak sepak terjangnya yang  keluar dari etika jabatannya, yang mengakibatkan kerugian serius terhadap dunia peardilan dan masyarakat pencari keadilan (justiabelen). Silahkan kunjungi : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/277519/new-norma-pemangku-amanat

Dr. H. Abdul Wahid, SH., MA : “Memutilasi” Negara Hukum

bakpti.unisma.ac.id, 15/06/20. Mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menulis, bahwa dalam sebuah negara hukum, sesungguhnya yang memerintah adalah hukum (pidana), bukan manusia. Hukum dimaknai sebagai kesatuan hirarkis tatanan norma hukum yang berpuncak pada konstitusi. Hal ini berarti bahwa dalam sebuah negara hukum menghendaki adanya supremasi konstitusi. Supremasi konstitusi disamping merupakan konsekuensi dari konsep negara …

Dr. Ana Rokhmatussa’diyah, SH., MH : Perdagangan Perempuan Sebagai Cermin Masyarakat Budak

bakpti.unisma.ac.id, 13/06/20. Ada adagium yang berbunyi “penjajahan oleh bangsa sendiri itu jauh lebih menyakitkan dan menyengsarakan dibandingkan dijajah bangsa lain”. Adagium ini dapat diperluas, “perbudakan oleh bangsa sendiri itu jauh lebih menestapakan dibandingkan dijajah bangsa lain”. Silahkan kunjungi : https://www.timesindonesia.co.id/read/news/277343/perdagangan-perempuan-sebagai-cermin-masyarakat-budak

WhatsApp chat